Cara Mengatasi Keputihan Saat Berhubungan Intim

Sudah menjadi rahasia umum bahwa wanita dapat mengalami keputihan. Meskipun hal ini merupakan sebuah kondisi yang alami bagi kaum hawa, keputihan dapat membuat wanita merasa tidak nyaman terutama saat berhubungan intim. Keputihan dapat membuat wanita merasa tidak percaya diri dan sangat tidak nyaman. Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya keputihan, seperti faktor hormon, stres, obat-obatan, dan pola hidup yang tidak sehat.

Namun, jangan khawatir! Kondisi keputihan saat berhubungan intim yang sering kali dianggap tabu ini dapat diatasi dengan beberapa langkah yang mudah. Anda bisa mengatasi keputihan saat berhubungan intim dengan 12 langkah-langkah sederhana yang akan kami jelaskan dalam artikel ini. Di samping itu, kami juga akan memberikan tips-tips yang berguna untuk mencegahnya terjadi lagi di kemudian hari.

Langkah-langkah Mengatasi Keputihan Saat Berhubungan Intim

1. Membersihkan Area Kewanitaan dengan Benar

Membersihkan area kewanitaan secara teratur menggunakan air hangat dan sabun antiseptik merupakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya keputihan saat berhubungan intim. Pastikan membersihkan area intim Anda dari depan ke belakang untuk menghindari terjadinya infeksi pada saluran kemih.

2. Menghindari Penggunaan Sabun Berbuih

Penggunaan sabun berbuih dapat menghilangkan bakteri baik di dalam area kewanitaan Anda dan menyebabkan iritasi. Oleh sebab itu, gunakan sabun yang cocok bagi kulit sensitif dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

3. Gunakan Bahan Pakaian yang Sesuai

Anda dapat mengatasi keputihan saat berhubungan intim dengan memperhatikan bahan pakaian yang digunakan saat tidur. Untuk mencegah infeksi, hindari penggunaan pakaian yang terbuat dari bahan sintetis dan ketat. Pilihlah pakaian tidur dari bahan katun atau bahan organik lainnya yang lembut dan dapat menyerap keringat.

4. Menghindari Penggunaan Pembersih Kewanitaan

Penggunaan pembersih kewanitaan dapat membuat keseimbangan pH di dalam area kewanitaan terganggu dan menyebabkan terjadinya keputihan. Hindari penggunaan produk pembersih kewanitaan yang mengandung bahan kimia dan gunakan air bersih atau sabun yang cocok bagi kulit sensitif.

5. Gunakan Pelindung Bawah Wanita saat Berhubungan Intim

Pelindung bawah wanita dapat membantu menyerap kelembaban dan menghindari terjadinya keputihan saat berhubungan intim. Jangan lupa untuk menggantinya setelah selesai berhubungan intim.

6. Gunakan Kondom Saat Berhubungan Intim

Penggunaan kondom saat berhubungan intim tidak hanya dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi juga dapat mencegah terjadinya infeksi dan keputihan.

7. Menghindari Penggunaan Alat Kontrasepsi yang Mengandung Spermisida

Beberapa jenis alat kontrasepsi seperti spermisida dapat menyebabkan iritasi pada vagina dan mengakibatkan terjadinya keputihan saat berhubungan intim. Pilihlah jenis alat kontrasepsi yang cocok bagi Anda dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

8. Mengonsumsi Makanan yang Sehat dan Bergizi

Makanan yang sehat dan bergizi dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk menghindari terjadinya keputihan saat berhubungan intim. Pilihlah makanan yang mengandung nutrisi yang cukup dan sehat seperti buah-buahan, sayuran, dan protein.

9. Hindari Stres

Stres dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hindari stres dengan melakukan olahraga, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan seperti membaca buku atau menonton film.

10. Hindari Kebiasaan Merokok dan Mengonsumsi Alkohol

Merokok dan mengonsumsi alkohol dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk mengurangi kualitas kesehatan pada organ intim Anda.

11. Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan

Jika Anda mengalami keputihan saat berhubungan intim secara terus-menerus, sebaiknya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi dan penyebab keputihan yang dialami.

12. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Teratur

Mengecek kesehatan secara teratur merupakan langkah yang penting untuk mencegah terjadinya penyakit atau kondisi kesehatan yang tidak diinginkan. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk memastikan bahwa tubuh Anda dalam keadaan sehat dan terhindar dari keputihan saat berhubungan intim.

Tips dan Trik Mengatasi Keputihan Saat Berhubungan Intim

1. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Pakaian yang nyaman dapat membantu menghindari terjadinya keputihan saat berhubungan intim. Pilihlah pakaian tidur yang terbuat dari bahan katun atau bahan yang lembut dan dapat menyerap keringat.

2. Jangan Menahan Kencing Terlalu Lama

Menahan kencing terlalu lama dapat menyebabkan infeksi pada saluran kemih dan menyebabkan terjadinya keputihan.

3. Gunakan Pelumas yang Mengandung Bahan Alami

Pelumas yang mengandung bahan alami seperti lidah buaya atau minyak kelapa dapat membantu menghindari terjadinya keputihan saat berhubungan intim.

4. Hindari Penggunaan Produk Kosmetik Berlebihan

Penggunaan produk kosmetik berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan menyebabkan terjadinya keputihan saat berhubungan intim.

5. Hindari Hubungan Intim yang Berlebihan

Hubungan intim yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan dan menyebabkan terjadinya keputihan saat berhubungan intim.

6. Konsumsi Obat-obatan yang Telah Diresepkan oleh Dokter

Konsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter dapat membantu mengatasi keputihan saat berhubungan intim.

7. Jangan Membasuh Area Kewanitaan Terlalu Sering

Membasuh area kewanitaan terlalu sering dapat menyebabkan terjadinya keputihan saat berhubungan intim. Cukup lakukan pembersihan secara teratur dengan menggunakan air hangat dan sabun yang cocok bagi kulit sensitif.

8. Konsumsi Air Putih yang Cukup

Konsumsi air putih yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk mencegah terjadinya keputihan saat berhubungan intim.

9. Hindari Penggunaan Pembalut yang Terlalu Tebal

Penggunaan pembalut yang terlalu tebal dapat membuat keseimbangan pH di dalam area kewanitaan terganggu dan menyebabkan terjadinya keputihan saat berhubungan intim.

10. Hindari Penggunaan Sabun Mandi yang Mengandung Pewangi

Sabun mandi yang mengandung pewangi dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan menyebabkan terjadinya keputihan saat berhubungan intim.

Kesimpulan

Itulah 12 langkah-langkah dan tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keputihan saat berhubungan intim. Ingatlah bahwa kesehatan area kewanitaan sangat penting dan harus terjaga dengan baik, karena dapat memengaruhi kepuasan dan kualitas hidup Anda. Mari lakukan langkah-langkah yang tepat dan hindari kebiasaan yang dapat memicu terjadinya keputihan pada area kewanitaan. Apabila kondisi Anda masih belum membaik, segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan tindakan yang tepat.

Cara Mengatasi Keputihan Saat Berhubungan Intim: Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

1. Meningkatkan Kesehatan Organ Intim

2. Mencegah Infeksi pada Organ Kewanitaan

3. Menjaga Kebersihan Selama Berhubungan Intim

4. Meningkatkan Kualitas Hubungan Intim

5. Membantu Mengatasi Masalah Kesuburan

6. Mempererat Hubungan Pasangan

7. Mengurangi Kemungkinan Terjadinya Masa Menstruasi yang Sakit

8. Dapat Dilakukan Sendiri di Rumah

9. Tidak Memerlukan Biaya yang Besar

10. Menambah Rasa Percaya Diri Ketika Berhubungan Intim

Kekurangan

1. Tidak Semua Jenis Keputihan Dapat Diatasi dengan Cara Ini

2. Tidak Menjamin Bahwa Keputihan Tidak Akan Kembali

3. Dapat Menimbulkan Efek Samping Jika Tidak Dilakukan dengan Tepat

4. Terkadang Memerlukan Waktu yang Lama untuk Penyembuhan Total

5. Dapat Menimbulkan Rasa Tidak Nyaman Selama Proses Pengobatan

6. Hasil yang Diperoleh Mungkin Berbeda-beda pada Setiap Orang

7. Memerlukan Ketelatenan dalam Perawatan dan Perhatian kepada Organ Intim

8. Tidak Bisa Berfungsi Sebagai Pencegahan Utama terhadap Keputihan

9. Harus Disiplin dan Konsisten dalam Mengikuti Instruksi Pengobatan

10. Dapat Menjadi Pertimbangan bagi Beberapa Pasangan yang Tidak Ingin Menggunakan Bahan Kimia pada Organ Intim

FAQ

1. Apa itu keputihan?

Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina yang bisa menjadi tanda-tanda terjadinya infeksi atau masalah kesehatan lainnya.

2. Keputihan saat berhubungan intim itu normal?

Tidak, keputihan saat berhubungan intim seharusnya tidak terjadi dan bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.

3. Apa yang menyebabkan keputihan saat berhubungan intim?

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan keputihan saat berhubungan intim antara lain infeksi vagina, alergi kondom atau pelumas, dan ketidakseimbangan hormon.

4. Bagaimana cara mengatasi keputihan saat berhubungan intim?

Cara mengatasi keputihan saat berhubungan intim antara lain dengan menjaga kebersihan daerah kewanitaan, menggunakan kondom yang sesuai, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

5. Apakah penggunaan bahan alami seperti yogurt bisa membantu mengatasi keputihan?

Beberapa bahan alami seperti yogurt mengandung bakteri baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri pada daerah kewanitaan, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan bahan alami.

6. Apakah keputihan dapat menular melalui hubungan seksual?

Ya, keputihan dapat menular melalui hubungan seksual dan dapat menjadi tanda-tanda terjadinya infeksi menular seksual.

7. Bagaimana jika keputihan terus berlanjut dan tidak kunjung hilang?

Jika keputihan terus berlanjut dan tidak kunjung hilang, segera berkonsultasi dengan dokter karena bisa menjadi tanda-tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

8. Apakah douching dapat membantu mengatasi keputihan?

Tidak, douching justru dapat memperburuk keadaan dan mengganggu keseimbangan bakteri pada daerah kewanitaan.

9. Apakah penggunaan sabun antibakteri saat mandi dapat membantu mencegah keputihan?

Penggunaan sabun antibakteri saat mandi sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri pada daerah kewanitaan dan menyebabkan keputihan.

10. Apakah keputihan dapat diobati dengan obat-obatan antijamur?

Tergantung dari penyebab keputihan, jika disebabkan oleh infeksi jamur maka penggunaan obat-obatan antijamur dapat membantu mengatasi keputihan.

11. Apa yang harus dilakukan jika terdapat gejala keputihan seperti bau tak sedap dan gatal-gatal?

Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter karena dapat menjadi tanda-tanda adanya infeksi dan memerlukan pengobatan yang tepat.

12. Bagaimana cara menjaga kebersihan daerah kewanitaan?

Cara menjaga kebersihan daerah kewanitaan antara lain dengan rutin membersihkan daerah kewanitaan dengan air dan sabun yang lembut, menghindari penggunaan produk pembersih vagina, dan mengganti celana dalam setiap hari.

13. Berapa kali sebaiknya membersihkan daerah kewanitaan dalam sehari?

Sebaiknya membersihkan daerah kewanitaan secara rutin setidaknya dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan malam hari.

Kesimpulan

Dari tulisan ini, kita telah mempelajari cara-cara untuk mengatasi keputihan saat berhubungan intim. Pertama, penting bagi kita untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan dengan mencuci secara teratur dan menghindari penggunaan produk pembersih yang mengandung bahan kimia yang keras. Kedua, kita harus memilih pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat dan meminimalkan penggunaan pantyliner. Ketiga, kita perlu memastikan pasangan kita juga menjaga kebersihan daerah genitalnya. Terakhir, jika keputihan terus berlanjut atau tidak hilang setelah dilakukan perawatan rumah tangga, kita harus berkonsultasi dengan dokter.

Penutup

Menjaga kebersihan daerah kewanitaan tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hubungan seksual kita. Keputihan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, gatal, dan bahkan menyakitkan, yang dapat menghambat hasrat seksual dan membuat kita tidak nyaman saat berhubungan intim. Dengan memiliki kebiasaan perawatan yang benar dan berkonsultasi dengan dokter jika perlu, kita dapat mengatasi keputihan dan memastikan pengalaman berhubungan intim yang sehat dan menyenangkan. Terima kasih telah membaca!